OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fitur² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    Kisah Bakti Seorang Anak Pada Ibunya

    Share

    promowebz
    junior member
    junior member

    Jumlah posting : 10
    Join date : 25.09.11

    Kisah Bakti Seorang Anak Pada Ibunya

    Post by promowebz on Tue Sep 27, 2011 3:37 pm

    Sebuah kisah nyata yang sangat inspiratif yang saya dapatkan ketika mendapat kuliah umum dari KH. Ahmad Imam Mawardi, Ma. Kisah ini menceritakan tentang sebuah kesuksesan seorang anak muda karena nilai bakti yang sangat tinggi terhadap ibunya. Berikut adalah kisahnya . .

    Di sebuah desa ada seorang pemuda yang baru saja lulus menempuh pendidikan sarjana (S1). Ia mempunyai wajah di bawah standart dan karena itu pula dia sering dicaci oleh teman-teamnnya, tapi ia tidak pernah menyerah di atas penderitaanya. Ia hidup bersama ibunya, ayahnya telah berpulang ke Rahmatullah saat pemuda itu masih kecil. Ia mampu mengemban perguruan tinggi berkat beasiswa yang ia terima karena kepintarannya hingga ia lulus sarjana.

    Singkat cerita ia mulai merindukan seorang pendamping hidup. Dicarinya wanita-wanita cantik yang ingin ia nikahi, lalu dengan tekad yang sangat bulat akhirnya ia memberanikan diri untuk melamar wanita tersebut. Hasilnya, semua wanita yang ia lamar menolaknya karena alasan fisik yang ia punya memang di bawah rata-rata.

    Akhirnya ia pulang dengan muka tertunduk, tak bisa dibayangkan dari sekian banyak wanita yang ia lamar, tak satupun dari mereka yang tidak menjadikan alasan fisik untuk menolaknya. Sesampainya di rumah ia langsung memeluk erat ibunya. Ia mulai meneteskan air mata kepedihan yang selama ini ia pendam sendirian. Semakin lama, isak tangis tersebut semakin menjadi-jadi.

    “Ibu, kenapa semua wanita tidak mau menjadi istriku, kenapa mereka hanya mau melihatku dari luar?”.

    ”Kamu tidak perlu khawatir anakku. Masih ada seorang wanita yang mencintaimu dengan tulus dan ia rela mengorbankan apapun untuk kamu, termasuk nyawanya sendiri”, ibunya berusaha untuk tetap tegar menjawab.

    “Siapa wanita itu, ibu?”, tanya pemuda tersebut sambil menghapus air matanya.

    ”Wanita itu adalah ibu, anakku”, jawab wanita itu lirih.

    Pemuda tersebut langsung tertunduk. Ia bersujud di telapak kaki ibunya. Air mata yang baru saja ia pendam, kini tumpah kembali. Diraihnya tangan ibunya, lalu diciumnya.

    ”Demi Allah, aku bersumpah tidak akan pernah meninggalkan rumah ini sebelum aku mencium tanganmu, ibu”.

    Sang ibu pun tak kuasa menahan air matanya, lalu ia berteriak dengan cucuran air mata yang keluar dari sela-sela matanya yang mulai tua,”Ya Allah, saksikanlah sumpah anakku ini. Ia adalah anak terbaik bagiku di dunia dan di akhirat”.

    Kini di dalam rumah mungil ini hanya terdengar isakan tangis antara seorang pemuda beserta seorang wanita tua.

    Beberapa hari kemudian, ada pengumuman lowongan pekerjaan dengan gaji 4,5 juta per bulan. Dari sekian ribu pendaftar, hanya akan diambil satu orang terbaik. Satu per satu para peserta mulai berguguran dan akhirnya tinggal dua orang peserta yang tersisa. Salah satu diantaranya ialah seorang pemuda tersebut.

    “Ibu, tinggal satu orang lagi yang harus aku kalahkan. Doakan aku agar aku bisa mendapat pekerjaan itu sehingga kita bisa hidup layak seperti tetangga-tetangga kita,bu”, ucap pemuda itu dengan penuh harapan.

    ”Ibu pasti mendoakanmu anakku”, mata ibunya mulai berkaca-kaca menatap anaknya yang begitu berbakti kepadanya.

    Tibalah hari tes terakhir yang akan ia jalani. Ia akan menghadapi tes pada pukul 09.00, tapi dari tadi pagi ibunya menghilang entah kemana. Ia mulai panik mencari ibunya. Ia telah mencari ibunya kemana-mana tapi tetap saja ia tidak menemukannya. Jam 08.30, ibunya masih belum pulang. Ia dalam kepanikan antara menghadiri tes terakhirnya atau ia harus memegang sumpahnya untuk tidak meninggalkan rumah sebelum mencium tangan ibunya.

    Akhirnya telah ia putuskan . . . Pukul 13.00 ibunya pulang . .

    “Bagaimana tesnya anakku?”, tanya ibunya penasaran.

    ”Tesnya sudah selesai,bu”, jawab pemuda itu dengan tenang.

    ”Lalu apakah ada kendala waktu tes, nak?”.

    ”Aku tidak menghadiri tesnya,bu. Ibu lupa ya akan janjiku bahwa aku tidak akan pernah meninggalkan rumah sebelum mencium tangan ibu. Lebih baik aku kehilangan pekerjaan itu dari pada aku harus kehilangan ibuku yang sangat berharga ini”.

    Ditatapnya mata pemuda itu dengan pandangan berkunang-kunang, ibunya sudah tidak kuat lagi menahan sesak di dadanya. Ia langsung bersujud,”Ya Allah, saksikanlah . . Ia adalah anak yang sangat berbakti. Sayangilah dia ya Allah, sayangilah dia ya Allah . . ”, tangisan pun pecah dalam rumah mungil itu. Pemuda itupun tak kuasa membendung air matanya, dipeluknya ibunya erat-erat sebagai tanda kasih sayangnya yang begitu kuat.

    Sebulan kemudian, ada pengumuman pekerjaan baru di Dubai. Hanya ada satu peserta yang akan diambil. Seluruh warga Indonesia menjadi pesertanya. Lalu tahukah anda siapa yang diterima? Ya, benar pemuda itulah satu-satunya orang yang terpilih bekerja di Dubai. Lalu, dengan wajah yang sangat gembira ia berlari menuju rumahnya yang agak jauh. Semua orang yang melihatnya merasa keheranan dengan tingkah laku anak ini yang berlari sambil melompat-lompat kegirangan.

    “Ibu, aku diterima bekerja di Dubai dengan gaji 45 juta per bulan, tapi aku tidak akan pergi kesana sendirian. Aku akan pergi jika ibu mau ikut bersamaku. Ibu harus ikut bersamaku kesana”, teriaknya dengan nada yang sangat bersemangat.

    “Anakku, ibu pasti ikut jika kamu yang mengajaknya”, tak terasa air mata kebahagiaanya mengalir tanpa ia sadari. Dipeluknya pemuda itu dengan sangat erat sebagai bukti bahwa ia tidak mau kehilangan anak kesayangannya itu.

    Akhirnya dua orang tersebut berangkat dan sesampainya di Dubai, mereka hidup bahagia dan pemuda itupun menemukan jodohnya disana. Wanita cantik yang melebihi kecantikan wanita-wanita yang pernah menolaknya selama ini.



    Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini???

      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 12:59 am