OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fiturĀ² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    percaya cinta percaya keajaiban

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    percaya cinta percaya keajaiban

    Post by admin on Mon Aug 01, 2011 3:47 pm

    Seorang anggota keluarga dekat sempat bertanya keheranan, kenapa orang
    yang setegar saya bisa menangis ketika ayah meninggal. Yang membuatnya
    tambah heran, karena saya adalah satu-satunya orang yang menangis
    menjelang penguburan. Dan Andapun boleh heran dengan saya.

    Ini memang bukan cerita sinetron yang mau mengundang rasa kasihan Anda.
    Melainkan, pengungkapan perasaan duka kehilangan seseorang yang lama
    menjadi

    sumber cinta saya. Berbeda dengan saya yang mengenyam pendidikan relatif
    tinggi, ayah hanya tamatan kelas tiga SD zaman Belanda. Untuk itu, bisa
    dimaklumi kalau ia tidak menggunakan bahasa verbal sebagai sarana
    pengungkapan cinta.

    Saya hampir setiap hari bernyanyi lagu every day I love you bersama
    anak-anak. Sedangkan ayah, ia tidak pernah mengucapkan satupun kata
    cinta. Tidak juga pernah bernyanyi cinta khusus buat saya. Bahasa
    verbalnya lebih banyak diam.

    Apa lagi sekarang, ia diam selamanya!

    Yang membuat saya menangis bukan bahasa verbalnya, melainkan bahasa
    hidupnya. Sebelum meninggal, ia mengumpulkan uang untuk seluruh biaya
    upacaranya. Seolah-olah tidak mengizinkan celah sedikitpun pada anaknya
    untuk "membayar" hutang-hutang kami. Atau seperti menghayati betul apa
    yang pernah ditulis Emma Goldman yang menulis : "Bila cinta mengharapkan
    bayaran, itu bukan cinta, melainkan sebuah transaksi".

    Ketika saya masih teramat kecil, di halaman rumah ia sering mengajak
    berjalan-jalan sambil menambahkan gelar "sarjana hukum" di belakang nama
    saya. Sepertinya sedang mencita-citakan anaknya untuk sekolah
    setinggi-tingginya. Dan menunjukkan pemahaman yang dalam, hanya dengan
    pendidikan kehidupan bisa ditransformasikan. Digabung menjadi satu, he
    has been the best father to me. Lebih dari semua ini, cinta ayah juga
    sering menghadirkan keajaiban-keajaiban. Dengan penuh rasa syukur kepada
    Tuhan, dari zaman teramat miskin dulu sampai dengan sekarang, kami
    sekeluarga tidak pernah kelaparan, atau kekurangan uang yang membuat
    kami dililit hutang.

    Ketika merantau di Inggris dulu, dengan bea siswa untuk seorang, dan
    dimakan untuk empat orang. Ada saja keajaiban yang membuat hidup jadi
    panjang. Demikian juga ketika "nekat" jadi pimpinan puncak perusahaan
    tanpa pengalaman memimpin yang memadai. Sudah lama banyak anak buah
    meramalkan, kalau di RUPS nasib saya akan tamat. Akan tetapi, dengan
    alasan-alasan yang tidak sepenuhnya bisa dimengerti, sampai sekarangpun
    saya masih duduk di kursi karir yang cukup tinggi. Demikian juga dengan
    pekerjaan sebagai pembicara publik. Hinaan, cercaan, ejekan memang
    pernah datang. Tetapi, entah dari mana datangnya keajaiban, semua itu
    tidak pernah bisa mengerem kecepatan karir saya sebagai pembicara
    publik.

    Dengan seluruh cerita ini, percaya ataupun tidak, saya meyakini sekali
    kalau cinta bisa menghadirkan keajaiban-keajaiban. Berikut adalah
    sebagian kecil contoh keajaiban-keajaiban yang bisa dihadirkan cinta.

    Kejaiban pertama, cinta membuat orang jadi awet muda dan berumur
    panjang. Sebagaimana pernah dikutip majalah Reader Digest, salah satu
    ciri orang yang awet muda dan berumur panjang adalah memiliki
    setidak-tidaknya seseorang untuk dicintai.

    Sebenarnya penemuan ini amat logis. Sebab, dengan memiliki orang yang
    kita cintai, meniti karir dan nafas kehidupan lainnya bisa dilakukan
    tanpa rasa capek yang mengganggu. Capek saya sering kali hilang, kalau
    membayangkan anak-anak lulus dari sekolah ternama di luar negeri. Atau
    membayangkan isteri menikmati sekali hidup bersama saya. Atau mengetahui
    bahwa Ibu mensyukuri sekali pernah melahirkan anak seperti saya.

    Keajaiban cinta yang kedua, bila Anda selalu mencari sesuatu yang baik
    dalam diri orang lain, Anda akan menemukan sisi terbaik dari diri Anda
    sendiri. Ini saya alami sendiri. Sebagai manusia biasa, saya juga pernah
    memenuhi hidup dengan pandangan-pendangan negatif tentang orang lain.
    Atau sedikit-sedikit menghakimi orang lain. Energi negatif tadi,mungkin
    tidak memakan orang yang saya benci. Tetapi saya rasakan sendiri, ia
    memakan badan saya sendiri. Namun, semua ini berubah secara radikal,
    sejalan dengan kemajuan untuk belajar melihat sisi positif orang lain.
    Entah dari mana datangnya keajaiban, kekaguman orang lain, rasa hormat
    orang lain, rasa percaya orang akan apa yang saya tulis dan bicarakan di
    depan umum, datang mengalir secara amat mudah.

    Keajaiban yang ketiga, cinta sering membuat yang tidak mungkin jadi
    mungkin. Sebagaimana pernah dituturkan seorang Ibu dalam buku Chicken
    Soup for the Couple Soul, tubuh Ibu yang lemah tadi bisa menyelamatkan
    suaminya dari serangan beruang besar dan ganas. Tadinya ia takut melawan
    beruang tadi. Akan tetapi, karena suaminya adalah satu-satunya kekayaan
    yang paling berguna, maka dia lawan dengan penuh kemampuan. Entah dari
    mana datangnya keajaiban, beruang besar tadi lari ketakutan melihat
    perlawanan wanita lemah tadi.

    Anda bebas memilih, antara percaya atau tidak percaya. Yang jelas,
    pengalaman saya bersama Ayah tercinta menunjukkan, cinta menaburkan
    keajaiban di mana-mana. Teriring cinta buat Ayah tercinta, Kahlil Gibran
    pernah menulis: "Kenangan adalah anugerah Tuhan yang tidak dapat
    dihancurkan oleh maut."



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 12:30 am