OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fitur² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    kiat menikmati hidup dalam segala kondisi

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    kiat menikmati hidup dalam segala kondisi

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 8:05 pm

    KIAT MENIKMATI HIDUP DALAM SEGALA KONDISI

    Hidup itu bukan hanya terdiri dari hitam atau putih kaya atau miskin, kalah atau menang, dan hidup atau mati. Ada beberapa macam variasi dan intensitas di antaranya. Nah, setelah anda bisa menerima ide-ide yang mungkin terasa kontroversial bagi anda itu, dan setelah anda menata dan memprogram ulang pikiran dan kepercayaan serta perilaku anda agar kondusif untuk meraih sukses, dan setelah anda menyusun tujuan hidup serta program aksi untuk mencapainya, agar anda dapat menjalani hidup sehari hari dengan lebih nikmat, lebih senang, lebih relaks, lebih berbahagia, dan lebih sukses, apa pun situasi kondisi anda saat sekarang.
    Hidup itu relatif. Kepercayaan dan bahkan pengalaman hidup anda relatif. Definisi dan manfaat kekayaan atau kemiskinan juga relatif. Kesenangan dan kesusahan juga relatif. Bahkan benar dan salah juga relatif. Semua itu tergantung kepada di mana, kapan, dan siapa yang melihat, mengalami, atau menilainya. Asalkan anda telah memiliki prosperity consciousness, anda telah berada di jalur yang benar untuk dapat hidup sukses, kaya, dan bahagia. Nah sambil menjalani kehidupan keseharian anda dalam mencapai cita-cita, maka anda harus bisa menyiasati setiap keadaan dengan benar dan bermanfaat. Selama anda secara pribadi merasa bahwa hidup anda menjadi lebih baik, lebih nyaman, lebih enak, lebih senang, lebih merdeka, lebih damai, lebih beruntung, lebih berbahagia, dan lebih berguna bagi orang lain, maka anda harus terus menganutnya tanpa perlu mempedulikan pendapat atau kritik orang umum atau mayoritas. Ingat, karena kebenaran itu relatif, dan juga pendapat mayoritas itu belum tentu benar, maka parameter perilaku anda adalah kebergunaan: Selama apa yang anda lakukan adalah menguntungkan diri anda dan keluarga anda, serta tidak merugikan orang lain—dan lebih-lebih kalau juga berguna bagi masyarakat atau dunia—itu adalah hal yang bagus, dan boleh dilakukan.
    Anda tidak perlu harus diterima—apalagi disukai—oleh 100% orang, itu mustahil. Selalu akan ada yang pro dan atau kontra terhadap anda. Tentu saja, jika perilaku anda hanya menguntungkan diri sendiri namun merugikan orang lain, itu mengindikasikan bahwa ada yang salah dan/atau bahwa anda egois, sehingga harus ditinjau ulang dan diralat, agar anda tidak dimusuhi dan dihajar orang karena kesalahan anda sendiri. Jika sekarang anda masih hidup susah, tidak punya cukup uang dan miskin, misalnya, jangan putus asa dan jangan kecewa. Anda adalah kandidat sukses, dan saat sekarang pun anda masih berhak untuk hidup enak dan menikmati kesenangan, dengan apa yang ada pada diri anda.
    Jika anda belum bisa membeli kesenangan dengan uang, carilah alternatif untuk menikmati kesenangan yang tidak memerlukan uang atau hanya membutuhkan sedikit uang. Lihat kehidupan orang miskin yang tinggal di kolong jembatan. Setelah seharian mencari nafkah secara sangat keras—mungkin dengan menjadi pemulung, mungkin pedagang asongan, mungkin mengamen, mungkin mengemis—mereka dapat bercengkerama dengan sesama temannya. Kadang ada seorang yang bermain gitar atau sekadar menabuh ember plastik. Mereka bisa bernyanyi dan menari dengan gembira.
    Biasanya setelah lelah bekerja dan sedang menikmati waktu senggang, mereka tinggal memutar radio yang mendendangkan lagu dangdut, dan mereka bisa berjoget ria bersama. Setelah larut malam, mereka masuk ke dalam gubuk kardus dan pergi tidur. Mungkin mereka bermimpi indah, sampai esok pagi terbangun dan kembali menjalani hidup. Satu hari demi satu hari mereka lewati dengan apa adanya. Mereka adalah orang sederhana, tidak banyak maunya, dan bisa mencukupi diri dengan apa yang ada pada mereka. Jika tidak ada nasi, mereka bisa makan ubi atau singkong—yang penting kenyang. Jika tidak ada lauk ikan, mereka bisa makan sepiring penuh nasi hanya dengan tahu atau tempe dan cabai rawit. Hidup itu indah, yang dapat dinikmati oleh siapa pun juga dalam segala situasi.
    Kedua adalah pesan bahwa hidup itu adil, bahwa tersedia sumber daya dan kesempatan yang berlimpah pada alam dan keadaan untuk dinikmati, baik oleh orang kaya maupun miskin. Yang ketiga adalah pengulangan pesan, bahwa hidup itu relatif. Kaya atau miskin, senang atau susah itu adalah relatif, tergantung dari siapa yang menilainya. Bagi seseorang, mempunyai uang satu juta rupiah mungkin sudah dianggapnya kaya, sedangkan Bagi orang yang lain, uang satu juta tidak mencukupi untuk membeli selembar gaun pun. Bagi seseorang, mendengarkan radio dengan musik dangdut sambil berjoget bersama teman adalah kesenangan, sedangkan bagi orang lain yang disebut kesenangan ialah bisa berdansa di ballroom hotel mewah bersama teman-teman jetset.
    Yang keempat adalah pesan inti bahwa baik-buruknya hidup atau senang-susahnya suatu kondisi itu tergantung pada persepsi atau kepercayaan anda. Sekalipun mata dan imajinasi anda terus membayangkan masa depan yang gilang-gemilang, kaya serta sukses, namun kaki anda harus tetap memijak bumi, dengan bekerja melakukan yang terbaik dengan lebih baik lagi setiap harinya. Bersamaan dengan itu anda tidak lupa untuk menikmati dan memanfaatkan setiap peristiwa, aktivitas, dan sumber daya serta hubungan interelasi dengan keluarga dan sesama anda secara senang dan tenang, serta apa adanya. Anda tidak mau menjadi orang bodoh yang kegembiraan serta gairah hidupnya terpenjara dengan kenangan masa lalu, sehingga tidak mau atau tidak mampu menikmati hari ini. Mungkin kalimat gombalnya berbunyi, "Kegembiraan saya telah terkubur di masa lalu." Anda pun tidak mau menjadi orang bodoh yang hidup dalam impian masa depan yang utopis, sehingga tidak mau dan tidak mampu menikmati hari ini. Mungkin kalimat neurotiknya berbunyi, "Saya baru akan bergembira jika semua keinginan saya tercapai." Janganlah menunda atau menunggu untuk bertindak dan menikmati hidup apa adanya HARI INI, SEKARANG. Hari kemarin itu nothing dan hari esok juga nothing. Hari inilah yang bisa kita sebut hidup dan everything. Tanpa hari ini, anda sudah mati.
    Jika anda hanya hidup di hari kemarin, maka anda bernama "almarhum atau almarhumah", karena anda hanya tinggal kenangan, masa lalu. Jika anda hanya hidup di hari depan, anda bernama "konsep" atau "fetus, bakal janin", karena anda belum ada dan belum hidup, baru mungkin akan ada.
    Jadi sesungguh-sungguhnya yang bisa disebut hidup dan ada atau being atau exist itu adalah hari ini, SEKARANG! Karena itu saudaraku, sebelum kita berpisah menjalani kehidupan kita masing-masing menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih berbahagia serta lebih bermanfaat. Nikmatilah hari ini sebebas-bebasnya, sesenang-senangnya, sepuas-puasnya, sebatas anda bisa sesuai dengan sumber daya dan kesempatan yang ada, asalkan tidak menghambat pencapaian tujuan hidup anda yang lebih berguna dan lebih sukses di kemudian hari, serta tidak merugikan orang lain. Nikmatilah setiap detik yang anda miliki dengan senang dan nyaman, jangan menundanya sampai besok. Demikian juga jika kegagalan, kekecewaan, kesedihan atau keputusasaan datang menerjang dan berusaha menghancurkan impian serta hidup anda, hadapilah dengan tegar dan berani; atasilah segera; bangkitlah kembali dan berjuanglah kembali.

      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 12:58 am