OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fiturĀ² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    teknik persuasi

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    teknik persuasi

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 8:04 pm

    TEKNIK PERSUASIF

    Pisau adalah sarana yang bisa dipakai untuk kebaikan maupun kejahatan. Ada sekurang-kurangnya dua hal yang sangat mujarab untuk membuat orang lain melakukan apa saja yang anda inginkan, atau dengan kata lain, agar orang lain memenuhi keinginan anda. Kedua hal itu adalah rewards & punishment, ganjaran & hukuman. Ya, penghargaan dan hukuman. Dalam arti dan penjabaran yang luas, rewards itu mencakup banyak hal seperti: penghargaan, pengakuan, pujian, rayuan, janji, promosi karier, pekerjaan, pemberian hadiah, kenaikan gaji, berkat, kebaikan, kenyamanan, kenikmatan, keselamatan, keamanan, perlindungan, kesehatan, kesenangan, kedamaian, kebebasan, kebahagiaan, kekayaan, kedudukan, dukungan, pengharapan, persahabatan, keceriaan, keberanian, potensi, pernikahan, keluarga, kehidupan positif, optimisme, kehidupan kekal di sorga, dan Lain-lain yang sejenis.
    Sedangkan punishment mencakup hal-hal yang sebaliknya dari penjabaran rewards seperti: hukuman, tidak dipedulikan, kritikan, ancaman, kutukan, penurunan karier, pemecatan, pengenaan sanksi, penurunan pangkat, laknat, kejahatan, kegelisahan, ketidaknikmatan, kecelakaan, kerawanan, teror, penyakitan, kesedihan, keruwetan, terpenjara, penderitaan, kemiskinan, kejatuhan, penjegalan, keputusasaan, permusuhan, kesepian, ketakutan, impotensi, perceraian, kesendirian, kematian, negatif, pesimisme, kebinasaan kekal di neraka.
    Itulah sebagian dari perbendaharaan kata atau istilah yang biasa dipergunakan orang untuk membuat orang lain menuruti kemauannya, baik secara halus maupun kasar. Ingat-ingatlah apa yang anda alami dan pelajari sejak anda lahir, bertumbuh menjadi balita, menjadi anak-anak, menjadi remaja, ketika bersekolah atau kuliah, menjadi dewasa, ketika bekerja atau berwirausaha, ketika berpacaran, ketika menikah, ketika mempunyai anak, ketika menjadi tua, ketika menjelang ajal, dan ... setelah anda mati. Dalam dunia usaha juga demikian.
    Kita menemukan janji-janji yang dibuat oleh bagian periklanan untuk merayu, membujuk, dan memberikan angin surga kepada calon konsumen agar membeli produk atau jasanya jika hendak mendapat untung atau manfaat, seperti misalnya agar menjadi lebih cantik, lebih awet muda, lebih sehat, lebih sukses, lebih kaya, dan sebagainya. Pesan terselubung dari iklan tersebut adalah ancaman halus: jika anda tidak membeli atau menggunakan produk/jasa kami ini, maka minimal anda tidak mendapatkan semua manfaat yang dijanjikan. Sebagai karyawan, kita pun tidak terlepas dari pujian dan ancaman. Jika produktif dan berprestasi, kita akan mendapat pujian, penghargaan, dan bahkan peningkatan gaji atau promosi karier. Namun jika tidak produktif atau gagal menjalankan tugas, kita akan mendapat kritikan, teguran, sanksi, bahkan pemecatan. Sebagai manusia, kita senang dan mengejar pujian, rayuan, hadiah, dan kebaikan. Secara bersamaan, kita pun merasa takut, dan akan berupaya menghindari ancaman, hukuman, dan kerugian. Jika anda pandai memanfaatkan dan menyiasati kedua sifat dasar manusia itu, bukanlah hal mustahil bahwa anda bisa meminta orang lain untuk menuruti apa pun permintaan anda!

      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 12:29 am