OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fitur² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    cara menjadi kaya

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    cara menjadi kaya

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 8:00 pm

    CARA MENJADI KAYA

    Semua kekayaan bermula dari pikiran, yang menjadi sumber sukses finansial bagi beberapa orang terkaya di dunia seperti Bill Gates, atau Steven Jobs. Mereka semua menemukan cara untuk mengubah ide, informasi, sistem menjadi manfaat yang bernilai jual tinggi, sehingga mampu membangun kerajaan bisnis mereka. Teorinya, untuk menjadi kaya, anda harus mempunyai kemampuan untuk. memperoleh penghasilan jauh lebih banyak daripada pengeluaran anda.
    Kunci kekayaan adalah dengan menjadi dan memberikan nilai dan manfaat yang berharga, kepada orang lain, dan menukarkannya dengan uang sebagai kompensasi. Jika anda mempunyai keterampilan lebih, kecerdasan lebih, mempunyai produk/jasa yang lebih inovatif atau lebih berdaya jual tinggi, maka orang lain akan membayar anda lebih banyak, dan anda akan menjadi lebih kaya daripada sebelumnya. Sebagai ilustrasi: Mengapakah dokter dibayar lebih mahal daripada penjaga pintu hotel? Jawabannya mudah: Dokter memberi nilai tambah lebih banyak. la telah belajar dan bekerja keras untuk menjadi dokter, sehingga ia bisa menolong menyembuhkan penyakit. Sedangkan untuk membukakan pintu hotel, siapa pun bisa melakukannya tanpa perlu belajar. Mengapakah pengusaha yang sukses juga menjadi kaya secara finansial dan dihormati orang? Karena mereka memberi nilai atau manfaat tambah kepada konsumen dibandingkan dengan perusahaan sejenis atau pengusaha lainnya. Ada dua hal pokok yang diciptakan oleh pengusaha sukses, yaitu yang pertama adalah kemampuannya untuk memberi manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup pelanggannya melalui penggunaan produk/jasanya. Hal kedua adalah karena dalam menjalankan usahanya, pengusaha menciptakan lapangan kerja. Karena pekerjaan itu banyak karyawan yang bisa menyekolahkan anak-anaknya bahkan menjadi dokter, pengacara, guru atau profesi lainnya yang bisa memberi manfaat lagi kepada masyarakat yang lebih luas.
    Belum lagi jika kita tambahkan bahwa keluarga karyawan yang membelanjakan gajinya akan menghidupkan sektor bisnis lainnya yang menciptakan kesejahteraan lain. Semakin banyak anda memberikan manfaat kepada orang lain, semakin besar anda akan dihargai dan dibayar. Setiap hari anda harus selalu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk bisa memberi manfaat lebih. Jika anda bisa memberi lebih banyak manfaat kepada orang lain, anda pun akan menerima jasa dan penghargaan finansial lebih banyak daripada sebelumnya. Sekalipun konsepnya sederhana, tidak banyak orang yang melakukannya, sehingga tidak mengherankan jika orang kaya itu tergolong sedikit. Kenaikan gaji apalagi promosi karier, haruslah sebelumnya didahului dengan peningkatan produktivitas dan pemberian manfaat ekstra oleh karyawan, sebab jika tidak demikian, kondisi keuangan perusahaan bisa terganggu, karena melakukan pengeluaran biaya ekstra tanpa disertai dengan peningkatan penghasilan. Sebaliknya, perusahaan pun harus jeli dalam memperlakukan karyawannya, karena mereka adalah aset.
    Jadi jika ada karyawan yang digaji 50 juta setahun dapat memberikan penghasilan atau manfaat senilai 500 juta, mengapa tidak menghargai karyawan tersebut dengan memberikan bonus dan/atau pendidikan ekstra untuk meningkatkan kompetensi dan motivasinya, agar di lain waktu ia bisa memberikan penghasilan atau nilai manfaat satu miliar misalnya. Jika anda tidak memperhatikan dan menghargai prestasi karyawan, mereka akan meninggalkan anda! Selanjutnya adalah mengakumulasi kekayaan anda.
    Untuk menjadi kaya tidak cukup dengan hanya terus mencari uang lebih banyak, melainkan dengan cara spend less than you earn and invest the difference. Contoh-contoh kasus sudah cukup banyak tentang kehidupan orang yang berpenghasilan besar-—apakah selebriti, atlet, profesional, ataukah pengusaha—yang segera berakhir melarat, karena gaya hidup foya-foya dengan menghamburkan uang secepat mereka mendapatkannya.
    Akibatnya, jika penghasilan mereka menurun dan/atau jika mereka mendapat musibah yang memerlukan biaya ekstra, mereka akan jatuh susah, bahkan menyusahkan orang lain! Biasakanlah diri anda untuk menanyai diri sebelum berniat membelanjakan uang anda: Apakah aku benar-benar membutuhkannya? Anda harus mau dan mampu menciptakan surplus keuangan dan menginvestasikannya kembali. Sebab jika tidak, sampai kapan pun anda tidak akan pernah menjadi kaya. Mungkin anda berpenghasilan besar, bergaya hidup mewah, dihormati orang, namun anda tidak masuk kategori orang kaya, karena anda tidak mempunyai harta atau tabungan atau aset yang aman dan berjangka panjang. Perilaku menghabiskan sebanyak penghasilan—apalagi sampai berhutang—adalah perilaku binatang yang tak pernah memikirkan lumbung persediaan. Langkah selanjutnya adalah memproteksi kekayaan anda. Sangat kasihan melihat orang kaya yang merasa tidak aman dan tidak nyaman memikirkan keselamatan harta mereka, bahkan lebih susah dibandingkan ketika dulu masih miskin.
    Banyak orang merasa khawatir bahwa dengan memiliki banyak harta, mereka berpotensi untuk kehilangan banyak. Sebaiknya anda memilah investasi dalam beberapa jenis portofolio, menaruh uang anda di beberapa bank, mengembangkan bisnis anda di beberapa negara, dan menyimpan barang berharga anda di safe deposit box bank dan bukan di rumah, serta mengasuransikan aset anda yang relevan dan cenderung berisiko. Terakhir: Jangan lupa untuk menikmati harta anda. Banyak orang kaya berperilaku bodoh. Mereka telah bersusah payah memberi nilai tambah kepada orang lain sehingga mendapat kompensasi penghasilan lebih banyak. Mereka telah menabung dan menginvestasikan uang mereka, sehingga menjadi lebih banyak dan menjadi kaya setelah melewati masa sulit yang cukup panjang. Mereka pun telah memelihara dan melindungi harta mereka dengan baik. Namun sayang, mereka lupa menikmatinya.
    Mereka tetap merasa berkekurangan, merasa khawatir, merasa hidupnya hampa dan tidak berbahagia. Ada hal vital yang mereka lupakan tentang uang dan manfaatnya. Uang itu bukanlah tujuan, melainkan alat atau media untuk mencapai tujuan. Menjadi lebih berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain! Uang itu hanya menjadi berguna jika dipergunakan secara patut.
    Untuk memberi manfaat, uang itu harus dibelanjakan, ditukar nilainya dengan manfaat lain, apakah untuk membiayai pendidikan, membeli makanan, pergi bertamasya, menyumbang panti asuhan, dan lain sebagainya. Perlu diingat bahwa kikir dan hemat itu berbeda. Kikir itu tidak mau mengeluarkan uang sekalipun perlu dan mampu, sedangkan hemat adalah tidak mau mengeluarkan uang jika tidak perlu. Jika anda mati, uang anda akan ditinggal untuk dinikmati oleh orang lain yang tidak berjerih payah untuk mendapatkannya. Nikmatilah nilai tukar dari uang anda setiap waktu secara bijaksana, karena itu adalah hak anda. Tidak perlu menunggu sampai anda menjadi kaya, dan baru mau menikmati manfaat uang, karena hal itu terkesan bodoh dan mendewakan uang. Ingat kata pepatah, "Uang itu hamba yang baik, namun tuan yang jahat!" Maka,jadikanlah dia hamba! Ada empat pertanyaan fundamental yang perlu anda jawab untuk mulai mengakumulasi uang dan menjadi kaya:
    1. Bagaimana cara anda menghasilkan uang lebih banyak dari biaya konsumsi? Nilai atau manfaat ekstra apakah yang 'akan anda tawarkan kepada orang atau pihak lain agar mereka mau memberikan uangnya lebih banyak kepada anda sebagai kompensasi atas manfaat yang anda berikan?
    2. Apakah yang anda lakukan untuk menginvestasikan surplus itu dalam rangka mengoptimalkan pertumbuhan uang anda agar menghasilkan lebih banyak?
    3. Apakah yang akan anda lakukan untuk memproteksi uang dan kekayaan anda agar tetap aman dan tetap bertumbuh kembang lebih banyak lagi?
    4. Apakah yang anda lakukan dengan keberadaan uang anda, baik sekarang ketika anda belum berkelimpahan mau pun kelak jika uang anda telah berkelimpahan?
    Adapun tips jika anda hendak terjun ke dalam dunia bisnis, sebaiknya adalah memasuki bisnis yang secara pribadi anda kompeten untuk mengelolanya, agar anda dapat memulainya tanpa banyak bergantung pada orang lain, dan untuk mencegah agar anda tidak diperdaya oleh karyawan yang menganggap anda bodoh atau tidak menguasai persoalan.
    Hal kedua yang paling penting untuk kesuksesan bisnis adalah kemampuan bisnis anda untuk memberikan produk/jasa yang diperlukan oleh konsumen untuk meningkatkan kualitas hidupnya, dan yang manfaatnya lebih besar dari nilai uang pembeli dan dari nilai yang dapat diberikan oleh kompetitor. Frase "diperlukan oleh konsumen" itu penting sekali dan perlu digarisbawahi sebagai penekanan, karena keperluan dan keinginan konsumenlah yang menjadi fokus perhatian dan upaya anda untuk memenuhinya, dan bukan keinginan atau selera anda, kecuali anda ingin membeli sendiri produk anda! Karakteristik lain yang dibutuhkan agar menjadi pengusaha sukses adalah:
    => A sense of thrift, atau semangat hemat. Pengusaha harus disiplin dalam menerapkan prinsip "produce more than you consume" dan "make your money first, then think about spending it" dalam bisnis maupun kehidupan pribadi. Perilaku hemat akan mencegah pemborosan, sehingga bisnis anda dapat dikelola dengan biaya rendah agar bisa menjadi keunggulan kompetitif bagi pasar anda. Mungkin anda pernah mendengar sindiran yang dilontarkan kepada orang kaya, "Orang kaya itu pelit". Walaupun pernyataan itu tidak 100% benar, namun nyaris benar. Lebih tepatnya adalah: Karena perilaku hemat, orang bisa menabung dan berinvestasi sehingga menjadi kaya. Sedangkan orang yang boros, tidak pernah menyisakan penghasilannya, sehingga sampai mati pun tidak akan pernah kaya.
    => Sebagai pemilik bisnis, anda wajib bekerja dan berpikir lebih keras dibandingkan dengan karyawan, karena anda tidak bisa mengharapkan karyawan akan mempunyai sense of belonging dan kapasitas seperti anda, sebab jika demikian, mereka tidak akan menjadi karyawan, melainkan menjadi bos sendiri.
    => Anda haruslah senantiasa memikirkan cara untuk memperbaiki dan meningkatkan manfaat produk anda dengan menerapkan teknologi tepat guna, dan atau melakukan perubahan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional agar bisnis anda senantiasa berbiaya rendah bermanfaat tinggi. Perilaku continuous innovation and improvement ini sangat diperlukan agar perusahaan anda tetap bisa menciptakan dan mempertahankan pelanggan yang puas secara berkesinambungan, agar terus mampu laba dan mampu tumbuh dalam segala situasi menghadapi kompetisi dengan siapa pun dan di mana pun.
    =» Sekalipun penjualan dan profit anda telah meningkat drastis, kelolalah pertumbuhan dengan hati-hati dan bijaksana. Janganlah tergoda oleh gaya hidup arogan yang ingin cepat besar dan Nampak hebat dengan overspending dan overexpansion, apalagi membiayai pertumbuhan melalui hutang. Tetaplah berperilaku hemat. Ingatlah bahwa semangat itulah yang menjadikan anda kaya. Kesombongan dan foya-foya hanya akan segera menghancurkan anda!
    Bagaimana cara anda melihat dunia di sekitar anda; apakah bersahabat ataukah kejam? Apakah banyak peluang terbuka bagi anda untuk meraih sukses, ataukah penuh dengan kendala dan ancaman? Apakah hidup ini indah, menyenangkan, menggairahkan, suram, menyedihkan, membosankan? Bagaimanakah cara anda melihat dan menilai hidup dan dunia ini? Semua jawaban dan persepsi anda tentang hidup, kehidupan dan dunia ini, sangat tergantung kepada kepercayaan anda. Kita tidak dapat hidup tanpa kepercayaan, karena kita memerlukannya sebagai parameter untuk menerjemahkan dan menilai apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kita. Seseorang tidak akan menjadi sesuatu atau menginginkan untuk menjadi sesuatu tanpa kepercayaan. Dan apa yang anda inginkan, hal itu dipengaruhi dan dibentuk oleh kepercayaan yang anda miliki. Sekalipun kepercayaan anda berasal dari lingkungan (orangtua, saudara, teman, guru, masyarakat, lingkungan) dan masa lalu yang mendidik dan/atau anda cermati, itu bukanlah harga mati yang permanen, melainkan dapat anda ubah.
    Anda bukanlah korban takdir atau korban masa lalu, kecuali jika anda percaya demikian. Masa depan anda juga bukanlah merupakan sesuatu yang telah ditetapkan oleh nasib, serta tidak terjadi dengan sendirinya. Fakta dan sejarah hidup anda akan menjadi sebagaimana anda mengukir dan menciptakannya—apakah baik dan indah ataukah buruk dan menyedihkan. Hari ini adalah 'janin' bagi 'bayi' yang akan anda lahirkan di masa depan. Anda memegang dan merancang masa depan dengan tangan anda sendiri—yaitu pikiran dan kepercayaan anda. Satu hal penting ialah bahwa anda bisa mengubah kepercayaan anda dengan kepercayaan baru, dan dengan mengubah kepercayaan, anda mengubah segalanya. Lantas, apakah sebenarnya kepercayaan itu?
    "Kepercayaan adalah keyakinan atas kebenaran sesuatu, sehingga kita beraksi dan bereaksi sesuai dengan kepercayaan itu, tanpa (perlu) menyadari apakah hal yang kita percayai itu sungguh benar atau tidak." Sering kali kita membicarakan sesuatu tanpa mempunyai kejelasan tentang apa dan bagaimana sesungguhnya sesuatu itu, dan hanya mengandalkan perasaan atau asumsi kita saja yang kita anggap benar, sekalipun realitas apakah sesuatu itu sungguh benar atau tidak, bukanlah persoalan atau di luar jangkauan penyelidikan lebih lanjut. Jadi, jika anda percaya bahwa anda adalah orang cerdas, apa yang sesungguhnya anda katakan ialah, "Saya merasa yakin bahwa saya adalah orang cerdas." Perasaan keyakinan itu akan membuka sumber daya yang memungkinkan anda melakukan hasil yang nampak cerdas. Jadi, sesungguhnya kita semua mempunyai jawaban di dalam diri kita untuk hampir segala hal, atau minimal mempunyai akses untuk mendapat jawaban melalui orang lain atau faktor eksternal.
    Tapi sering kali kekurangan kepercayaan, kekurangan kepastian, menyebabkan kita tidak bisa menggunakan kapasitas optimal yang berada dalam diri kita. Hal penting yang perlu dicatat ialah bahwa anda bisa mengembangkan kepercayaan apa pun, jika mempunyai cukup referensi pengalaman untuk membangunnya.
    Sayangnya, banyak kepercayaan kita yang terbentuk tanpa kita sadari atau tanpa kehendak independen kita sendiri, melainkan melalui referensi pengalaman yang terjadi begitu saja dari lingkungan pergaulan kehidupan kita, sehingga kita tidak mengetahui cara untuk mengelola dan membentuknya secara ideal.
    Kepercayaan pribadi anda berasal dan berkembang dari keluarga dan lingkungan hidup anda. Mereka meletakkan fondasi dengan filosofi, kepercayaan, perilaku, dan tindakan mereka. Sebagaimana jawaban atas pertanyaan anda, "Who am i?" datang dari anggota keluarga yang merefleksikan pikiran mereka tentang siapa anda, maka jawaban atas pertanyaan anda "What can I do? juga berasal dari mereka, apakah orangtua, saudara maupun kerabat anda yang berpikir tentang kapabilitas anda. Jika semasa kecil anda sering dimaki oleh keluarga anda atau lingkungan anda, "Goblok, gitu aja enggak bisa!", maka tidak mengherankan jika anda merasa rendah diri dan merasa bodoh sekalipun telah berangkat dewasa. Demikian juga jika anda sering dimaki, "Anak setan, selalu saja kamu membuat onar!", maka anda berkemungkinan untuk tumbuh menjadi orang yang berkepribadian buruk, seperti kesan yang tertanam dan menjadi kepercayaan anda.
    Identitas dan kepercayaan anda selalu berkait, karena anda mengekspresikan perasaan dalam diri anda melalui perbuatan, dan aksi itu mengungkapkan tentang siapakah anda menurut pikiran anda. Sebagaimana keluarga anda bisa mempengaruhi atau bahkan memaksakan agar anda menjadi seperti yang mereka inginkan, atau melakukan tindakan seperti yang mereka harapkan, maka pikiran dan tindakan anda belum tentu mencerminkan apakah yang sesungguhnya anda inginkan. Secara alamiah kita tumbuh dengan melihat dan mencerna afirmasi yang diberikan oleh anggota keluarga terhadap kemampuan yang memberikan kita kepercayaan. Apakah pendapat yang diberikan oleh anggota keluarga anda tentang anda: apakah anda hebat, ataukah anda payah? Apakah anda berprestasi ataukah anda pecundang? Semua itu akan berpengaruh terhadap self-image dan self-esteem serta independensi anda sampai hari ini.
    Jika orangtua anda sangat bersikeras untuk menjadikan anda seperti pribadi yang mereka inginkan, mungkin saja anda tidak bertumbuh sebagaimana layaknya untuk menjadi diri anda sendiri. Jika demikian halnya, bisa saja anda menjalani hidup yang abnormal, karena anda menjadi bukan diri anda sendiri. Pertanyaan tentang yang manakah dan apakah kepercayaan yang benar itu? Jawabannya adalah, tidak peduli apakah atau yang manakah yang benar, melainkan kepercayaan manakah yang paling dominan dan mempengaruhi hidup anda? Sebab kita akan dapat menemukan orang atau contoh yang bisa mendukung kepercayaan kita,sehingga kita menjadi semakin percaya, apa pun bentuk kepercayaan anda. Itulah yang kita namakan rasionalisasi. Contohnya adalah: Bayangkan, anda pernah beragama "A" dan menjadi sangat fanatik untuk membela agama tersebut, bahkan sampai berdebat dan berkelahi dengan teman atau keluarga anda, karena anda sangat percaya bahwa agama itulah yang terbaik dan terbenar dengan segala argumen dan bukti empiris.
    Nah, jika karena sesuatu hal anda berganti kepercayaan menjadi beragama "B", mungkin karena anda lebih diberkati atau mendapat pertolongan Illahi, apakah yang akan terjadi? Dengan sama fanatiknya seperti dulu anda membela agama "A" yang bahkan kini anda hujat mungkin, anda kini berdebat dan bahkan berkelahi demi agama "B" yang anda percayai paling benar dan paling berguna.
    Pertanyaannya: Mengapa demikian? Apakah kita ini memang manusia plin-plan, ataukah kita mempercayai hal yang salah? Ataukah memang di dunia ini tidak ada sesuatu yang mutlak benar atau mutlak salah, sehingga apa pun kepercayaan kita akan ada benarnya dan ada salahnya? Memang di dunia ini tidak ada hal yang mutlak benar dan mutlak salah, atau mutlak baik dan mutlak buruk. Sesuatu menjadi baik atau buruk tergantung kepercayaan kita, dan berlaku bagi diri kita sendiri serta orang yang sepaham dengan kita. Kepercayaan itu terbentuk sesuai dengan input atau referensi pengalaman yang kita terima sebagai fakta atau kebenaran.
    Tidak peduli apakah input, atau data, atau fakta yang kita percayai itu adalah benar atau kenyataan ataukah tidak. Pokoknya kita berpikir, berperilaku dan hidup seperti yang kita percayai, that's it! Itulah sebabnya sering kali kita melihat perilaku orang yang bagi kita nampak gila, namun bagi orang lain dianggap sebagai hal yang luar biasa indah. Karena referensi pengalaman yang membentuk kepercayaan kita bisa saja berasal dari sumber yang faktual dan benar maupun keliru —seperti misalnya ajaran dan teladan orangtua, atau buku, atau film, dan sebagainya—kita pun bisa mempercayai sesuatu hanya berdasarkan hasil imajinasi saja.
    Sekalipun terdengar aneh, tapi demikianlah faktanya bahwa kita sebagai manusia tidak kebal terhadap persuasi maupun distorsi. Jika anda secara konsisten dan sering memasukkan gambaran sesuatu ke dalam pikiran anda, maka suatu saat anda akan bisa mempercayainya sebagai kebenaran dan mewujudkannya dalam kehidupan faktual. Invasi yang dilakukan ke dalam pikiran bawah sadar kita, seperti misalnya dalam keadaan trance hipnosis, akan bisa menggiring pikiran kita untuk mempercayai sesuatu sebagai kebenaran—sekalipun belum tentu benar—dan kita bertindak sesuai dengan kepercayaan itu. Semua itu bisa terjadi karena pikiran kita tidak bisa memberitahu perbedaan antara sesuatu yang diimajinasikan dan sesuatu yang sungguh dialami. Semakin kuat emosi anda terlibat, dan disertai dengan pengulangan yang berkali-kali, sistem syaraf anda akan menganggapnya sebagai pengalaman nyata, sekalipun itu tidak atau belum terjadi. Kepercayaan itu tidak memerlukan informasi atau pengalaman atau kebenaran untuk bisa dipercayai dan dijadikan perilaku. Jika anda cukup sering merasakannya sebagai kebenaran, cepat atau lambat anda akan mempercayainya sebagai kebenaran. Dengan kata lain, jika anda mempunyai kepercayaan dan perilaku yang buruk atau merugikan, anda bisa mengubahnya dengan cara yang sama serta relatif mudah, yaitu menggantikannya dengan kepercayaan lain yang lebih menguntungkan!

      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:05 pm