OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fitur² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    sukses sebagai mindset

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    sukses sebagai mindset

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 7:50 pm

    SUKSES SEBAGAI MINDSET

    Sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset.
    ~ Jennie S. Bev dalam Rahasia Sukses Terbesar
    Sukses sudah ada di dalam diri kita sendiri, tinggal dibangunkan saja dari tidurnya. “sukses” mempunyai makna yang jauh lebih luas dan dalam daripada makna populernya, yang kebanyakan berkonotasi uang dan status sosial di dalam masyarakat. Jika salah mengartikan sesuatu, maka dampaknya sangat besar. Jangan biarkan diri Anda kebingungan mencari “sukses.” Bisa saja Anda temukan, namun akan memerlukan proses yang luar biasa panjang dan lama.
    Pertama, semua orang ingin sukses, tidak ada yang mau jadi pecundang, walaupun orang itu dikenal paling malas di dunia. Dalam hatinya, pasti ada keinginan, yaitu menjadi orang sukses. Dalam kemalasannya, ia tetap bermimpi menjadi orang “sukses” versinya sendiri.
    Kedua, apa sih arti kata “sukses” itu? Mayoritas pembaca mungkin mendefinisikannya sebagai tujuan, jumlah yang dimiliki (harta, posisi, wanita dll.), dan ada juga yang mengartikannya sebagai “puncak dunia.”
    Ketiga, “sukses” sudah sedemikian sering disalahartikan, sehingga ternyata sering kali bukan “sukses” yang dikejar, namun mobil bermerek maupun rumah yang megah, alias “akibat/konsekuensi dari sukses.” Mobil dan rumah bukanlah sukses itu sendiri, namun itu semua adalah materi. Sukses dalam arti sebenarnya bukanlah bersifat materialistis. Ia bersifat internal VALUE, bukan sesuatu yang kasat mata dan bisa dinilai dengan uang maupun dengan koneksi orang-orang terkenal di dalam masyarakat. Tidak semua orang yang memiliki materi berkelimpahan dan kedudukan tinggi di masyarakat adalah orang sukses. Yang kita lihat dari luar bukanlah sukses itu sendiri, namun akibat/konsekuensi dari sukses.
    Langkah pertama dalam Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial adalah menempatkan mindset yang benar. Sukses bukanlah suatu tujuan, bukan pula perjalanan, namun adalah mindset. Mindset adalah keyakinan teguh yang menjadi dasar dari interpretasi yang dimiliki oleh seseorang. Seseorang bermindset sukses mempunyai respons dan interpretasi yang berbeda dengan seseorang yang bermindset pecundang, misalnya. Contoh mudahnya apabila seseorang mengalami kesusahan hidup. Seorang sukses selalu melihat kesulitan sebagai guru yang paling baik, karena ia bisa belajar bagaimana mengatasi kesusahan di masa depan. Seorang pecundang, menjadikan kesulitan hidup sebagai alasan mengapa ia sekarang bernasib seperti sekarang, yaitu “malang.” Ia mencari kambing hitam atas kegagalan hidup dan hidup penuh kemalangan seperti sekarang ini. Seorang bermindset sukses yakin akan kemampuan diri sendiri dalam mengubah hidup dan tidak mengandalkan unsur-unsur luar untuk membantunya dalam “meraih” kesuksesan. Sukses adalah sesuatu yang sudah ada di dalam diri kita semua. Hanya perlu menggali dan merefleksikannya ke luar supaya menjadi magnet bagi akibat-akibat dan konsekuensi-konsekuensi sukses itu sendiri, alias yang bisa dinilai dengan uang dan gaya hidup. Seorang bermindset pecundang mempunyai persepsi berbeda sama sekali. Ia menunggu-nunggu waktu yang tepat dan mencari-cari kesuksesan itu dengan berbagai cara. Ia mengabaikan isi hatinya, bahkan tega berbuat hal-hal yang merugikan orang lain guna mencapai apa yang ia konotasikan sebagai “sukses.” Ada beribu-ribu contoh orang yang merasa hidupnya gagal karena berbagai alasan. Beberapa alasan klasik yang sering saya dengar antara lain: tidak berada di tempat yang mendukung spirit sukses, tidak cakep, tidak bisa berwirausaha, tidak berfisik prima, tidak punya orang tua konglomerat, tidak punya keluarga pejabat, tidak punya bakat, tidak tahu mesti bagaimana, tidak punya koneksi di tempat-tempat tinggi, tidak punya uang lebih, tidak punya istri, tidak punya sanak saudara, tidak punya keberanian, dan seribu satu alasan lagi yang bagi saya tidak masuk akal.
    Sukses itu dipicu dan dipacu. Pemacu ini mesti diejawantahkan dalam bentuk yang bisa dikuantifikasikan. Artinya, saya mesti punya cukup uang untuk membiayai pembelian dan pemeliharaan mobil pribadi. Tidak perlu yang mewah, namun cukup memadai untuk mengantarkan saya ke mana-mana tanpa merasa kawatir akan udara yang tidak nyaman. Untuk memenuhi kebutuhan ini, maka dengan sendirinya saya menjadi bersemangat untuk bekerja luar biasa cepat, cerdas, dan sebaik-baiknya setiap hari.
    Mungkin memang benar seribu satu alasan mengapa seseorang itu tidak sukses, namun dengan berfokus kepada satu alasan saja untuk sukses, maka sukses sudah beserta Anda. Sekarang tinggal bagaimana mengeluarkan sukses itu dari dalam diri Anda ke luar. Jadi dengan mempunyai mindset sukses, sukses itu adalah sesuatu di dalam diri Anda. Sukses bukan sesuatu yang ada di luar untuk diraih dan dijadikan milik Anda. Segala sesuatu yang berada di luar diri Anda bukanlah sukses itu sendiri. VALUE eksternal hanyalah akibat dan konsekuensi dari kesuksesan. Sebaliknya, karena Anda adalah personifikasi dari sukses itu sendiri, maka semua perbuatan, aktivitas, dan interpretasi terhadap keadaan luar yang dialami akan mencerminkan kesuksesan Anda. Mindset sukses adalah tulang punggung dari segala aktivitas Anda. Selama ini ada salah kaprah di dalam masyarakat dunia bahwa sukses adalah apa yang berhasil diraih. Jadi, sukses disalahartikan sebagai sesuatu yang diukur dalam bentuk mata uang maupun gelar dan kedudukan. Sukses adalah suatu keyakinan yang memberi dasar semua perbuatan yang merupakan respons dan interpretasi dari kejadian sehari-hari, termasuk ketika mengalami kegagalan. Seorang sukses selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki hari ini dan akan miliki di masa depan. Ia tidak menangisi masa lalu, tidak mempermasalahkan hal-hal yang tidak ia miliki, tidak mempermasalahkan mengapa orang lain tidak melakukan sesuatu untuknya, dan ia tidak mempermasalahkan milik orang lain. Ia merasa cukup dengan dirinya sendiri karena, toh, ia adalah sukses dan sukses adalah ia.
    Swadaya dan adanya kesadaran akan itu adalah kuncinya. Seorang sukses adalah seseorang yang tidak merasa perlu berkompetisi dengan orang lain, ia tidak iri dan tidak dengki dengan kesuksesan orang. Sebaliknya, ia sangat senang melihat orang lain sukses dan sangat ingin berbagi sehingga orang lain pun bisa sukses dan menyadari potensi mereka yang demikian besar. Satu-satunya kompetitor di dunia adalah dirinya sendiri yang selalu mencoba menjadikan hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Ia selalu mencari dirinya sendiri yang lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih inovatif. Seorang sukses juga menyadari penuh bahwa ia mempunyai pilihan untuk sukses maupun untuk gagal. Kalaupun ia mengalami kegagalan yang di luar pilihannya, ia tidak menjadikannya alasan untuk berhenti mencoba karena ia yakin bahwa hanya ada dua macam hari: Hari Baik dan Hari Sangat Baik. Ia selalu belajar dari kegagalan dirinya sendiri dan dari kegagalan orang lain.
    Buku ini memaparkan strategi-strategi jitu menuju kebebasan finansial, namun perbedaan buku ini dengan buku-buku serupa lainnya adalah: perubahan diri dari dalam merupakan kunci dari semua perubahan kepemilikan materi yang akan Anda rasakan. Anda bisa menjadi kaya secara finansial jika Anda memacu diri dengan satu alasan saja mengapa Anda perlu mengeluarkan diri yang sukses dari dalam itu supaya terproyeksikan ke luar. Kebebasan finansial yang dimaksud dalam buku ini bisa Anda interpretasikan sendiri karena setiap orang mempunyai nilai yang berbeda dengan pemacu motivasi yang berbeda pula. Fokuskanlah dengan mindset Anda dulu. Dengan kesadaran penuh akan kesuksesan ini, maka hidup Anda pun niscaya bisa berubah berangsur-angsur. Sekarang mari kita bahas bagaimana cara mengubah mindset dari “saya ini tidak bisa” dan “saya ini kurang beruntung” menjadi “saya ini serba bisa” dan “saya ini orang paling beruntung di dunia” padahal kehidupan sehari-hari Anda sedang susah-susahnya dan ekonomi makro secara keseluruhan dirasakan sungguh tidak menjanjikan apa-apa di masa depan. Oke, jangan bersedih karena ada banyak cara untuk mengubah mindset ini.
    Jangan memaksakan diri dan jangan sekali-kali bertanya-tanya karena sudah tidak sabar untuk mencapai mindset sukses. Perbanyak berdoa, namun janganlah meminta sesuatu secara spesifik, seperti mobil BMW dan rumah di perumahan baru. Berdoalah supaya diberikan kebesaran hati dan kesadaran, juga bukan meminta supaya diberikan mindset sukses supaya bisa kaya. Ada beberapa cara yang bisa Anda coba sejak bangun pagi. Idealnya, dalam satu hari, Anda merefleksikan diri dalam 16 periode. Mengapa 16? Karena Anda perlu tidur 8 jam dalam sehari, jadi sisanya tinggal 16 jam. Begitu melek di pagi hari, ucapkanlah syukur dan doa Anda. Setelah itu, ucapkan dengan sungguh-sungguh setelah memvisualisasikan masa lalu, masa kini, dan masa depan yang diidam-idamkan kata-kata ini, “Aku adalah sukses, sukses adalah aku.” Satu jam sekali di mana pun Anda berada dan sedang apa pun Anda lakukan, visualisasikan hidup Anda seperti ini. Tambahkan semboyan apa pun yang Anda yakini betul. Ulangi terus setiap satu jam. Jika Anda merasa tidak ada waktu, gunakan waktu-waktu “bengong” di sela-sela hari-hari sibuk, seperti ketika menyikat gigi, membuang air di kamar mandi, di dalam kendaraan, di dalam elevator di kantor, ketika memakai sepatu, ketika berdandan di muka cermin, ketika berolah raga, kapan saja. Pokoknya kapan saja Anda melakukan kegiatan yang tidak perlu memakai fungsi otak secara intens, gunakan waktu satu dua menit tersebut untuk mengucapkan kata-kata yang mencetak mindset tersebut.
    Juga, Anda tidak perlu mengucapkan kata-kata pemacu tersebut dengan suara yang keras. Cukup di dalam hati saja namun dengan kesadaran yang tinggi namun dengan relaks, tidak tegang. Fokuskan konsentrasi Anda ke arah dada dan camkan betul bahwa ucapan tersebut berasal dari arah dada Anda. Jika di dalam benak Anda ada nada-nada bising, apalagi kata-kata yang mencemooh kata-kata positif tersebut, kecilkan volume pikiran negatif Anda sedapat mungkin sampai tidak terdengar lagi. Barulah Anda ulangi lagi kata-kata positif tersebut. Jadikan ini kebiasaan baru Anda, bukan cuma hangat-hangat tahi ayam saja.
    Kata-kata positif yang saya maksudkan di sini sering kali disinonimkan sebagai afirmasi. Mengapa? Karena Anda tidak akan mungkin mencapai diri Anda yang baru, yaitu sebagai personifikasi sukses jika Anda tidak mampu mengalahkan diri yang negatif. Proses mengubah mindset pecundang menjadi mindset sukses memerlukan waktu, tidak bisa sekejap mata. Dengan usaha yang berintensitas tinggi, maka satu tahun merupakan waktu yang cukup. Kita mulai proses Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial Dalam Satu Tahun dengan memvisualisasikan diri Anda dalam keadaan yang tidak menyenangkan, lantas dengan sekejap diganti dengan memvisualisasikan diri dalam kondisi yang diidam-idamkan. Beberapa contoh: Visualisasikan terciprat genangan air di musim hujan, rasakan geramnya hati dan kotornya pakaian. Lantas, visualisasi ini diganti dengan duduk nyaman di taman bunga sambil memberi makan ikan-ikan di kolam. Ucapkan juga, “Aku adalah sukses, sukses adalah aku.” Visualisasikan seorang anak terlantar yang hampir mati di pinggir jalan, rasakan betapa mirisnya hati Anda ketika melihatnya. Lantas, visualisasi ini diganti dengan Anda memberikan pakaian baru dan makanan berlimpah kepada anak tersebut yang dibalas dengan senyuman penuh syukur. Ucapkan juga, “Aku adalah sukses, sukses adalah aku.”
    Dalam visualisasi-visualisasi tersebut, ada dua bagian penting. Yang pertama adalah bagaimana marahnya Anda terhadap keadaan dan bagaimana Anda mampu melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain maupun makhluk lain. Maksudnya adalah Anda perlu mengganti perasaan negatif menjadi perasaan positif dan damai. Pikiran negatif mengenai diri sendiri diganti dengan pikiran positif akan apa yang bisa Anda lakukan untuk orang lain atau makhluk lain tanpa pamrih. Mengapa demikian? Karena, dengan Anda menanamkan kepada diri sendiri bahwa sukses adalah juga kemampuan Anda untuk berbagi kepada dunia, maka dunia dengan sendirinya pun akan terasa lebih ramah, lebih damai, dan lebih bersahabat bagi Anda. Anda pun menjadi sahabat dunia.
    Apakah ini berarti Anda sedang berkhayal? Mungkin ya, mungkin tidak. Apa pun sebutannya, tidak menjadi masalah. Intinya adalah kesadaran diri Anda yang terus ditingkatkan setiap saat. Anda semakin sadar bahwa diri Anda merupakan bagian dari alam, yang merupakan bagian dari masyarakat luas yang memerlukan diri Anda karena kemampuan Anda. Lakukan visualisasi yang sama sebanyak sepuluh kali setiap satu jam sekali selama Anda melek. Jadi, dalam satu hari berarti Anda lakukan visualisasi selama 160 kali. Seratus enam puluh kali sehari berarti 160 kali x 365 hari = 58.400 kali dalam satu tahun. Jika Anda masih meragukan bagaimana bisa menemukan sukses dalam satu tahun, ini jawabannya dalam bentuk kuantifikasi paling dasar. Pikiran negatif Anda bisa “tercuci” bersih dalam satu tahun karena telah disetrika 58.400 kali. Mindset sukses pun sudah dapat Anda tanamkan dengan kokoh dalam satu tahun. Ini yang paling penting. Namun, mindset saja jelas tidak cukup. Apa yang Anda pikirkan belum tentu menjadi kenyataan, bukan? Untuk menemukan sukses di dalam diri Anda, mindset sukses mesti dibarengi pula dengan hati penuh syukur, bagaimana Anda memosisikan diri, menginventarisasikan talenta-minat-gaya belajar, mengenali tujuan hidup yang dikuantifikasikan, serta melipatgandakan keberanian, waktu, energi, network, dan uang.

      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 2:16 am