OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fitur² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    anchoring & submodalities

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    anchoring & submodalities

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 7:16 pm

    Penjangkaran (Anchoring)

    Anchoring terjadi secara alami ketika di suatu tempat suatu aroma, suara atau yang lainnya memunculkan kembali berbagai hal berkenaan dengan suatu pengalaman pada diri individu. Pemahaman atas berbagai fenomena alami ini dapat membantu individu untuk menghancurkan berbagai anchor negatif yang mungkin telah tertanam di dirinya (seperti rasa takut yang muncul ketika anda mendengar suara anjing, walaupun tidak melihatnya).

    Metode anchoring dapat pula diaplikasikan pada proses belajar mengajar misalnya dengan menggunakan pengkodean warna untuk suatu pesan. Atau tempat yang konsisten untuk suatu hal, seperti pojokan yang tenang di mana tugas dapat diselesaikan, tempat dimana tugas dapat ditulis, dan berbagai hal lain yang ditujukan untuk meningkatkan disiplin.



    Submodalities

    Ketika individu memvisualisasikan sesuatu sebenarnya terdapat banyak proses terjadi pada pikirannya. Sebagian individu mungkin mendapatkan gambar yang jelas, sebagian mungkin mendapatkan gambar yang buram, namun kebanyakan individu dapat menjawab pertanyaan seperti: apakah gambarnya memiliki batas? Apakah gambarnya dalam hitam/putih? Seberapa dekatnya anda dengan gambar tersebut? Apakah anda melihat gambar tersebut dari luar (dissociated) atau apakah anda kembali mengalami pengalaman tersebut (associated). Apakah anda dapat memanipulasi gambarnya: membuatnya lebih besar/kecil, lebih jauh/dekat dan lainnya. Semua varian ini disebut sebagai submodalities. Untuk panca indra yang lain juga memiliki submodalities, seperti: untuk pendengaran, apakah suaranya menjadi lebih keras/pelan, menjadi lebih jelas/samar¸ frekuensinya lebih tinggi/rendah¸ atau yang lainnya. Memanipulasi berbagai submodalities dapat mempengaruhi persepsi individu terhadap suatu pengalaman. Hal ini merupakan salah satu prinsip pada terapi yang berbasiskan NLP.



    Garis Waktu (Timelines)

    Konsep waktu individu dapat membawa pengaruh besar dalam hidupnya. Guna memahami hal ini, lakukan hal berikut, tutup mata dan munculkan kembali berbagai hal yang terjadi kemarin, minggu lalu atau setahun yang lalu. Secara fisik tunjuk kejadian tersebut. Lalu lakukan hal yang sama dengan tiga hal yang akan terjadi di masa depan. Melakukan hal demikian menyebabkan individu mampu mengkreasikan garis waktunya? Jika individu tidak merasa berada pada suatu garis waktunya, maka tentu ia merasa seolah hidup hanya melewatinya. Coba bergerak pada garis waktu dan ketahui apa pengaruhnya terhadap persepsi mengenai dunia.



    Level Kehidupan (Logic Level)

    Hal ini disebut juga sebagai level logika. Individu beroperasi lebih efisien dan merasa lebih senang jika seluruh aspek dalam hidupnya berjalan secara harmonis. Level logika tersebut adalah: lingkungan, tingkah laku, kemampuan, keyakinan, identitas, spritual. Level logika ini dikreasikan oleh Robert Dilts, yang memetakan level berpikir dan berperilaku manusia ke dalam 6 tingkatan yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain.

    1. Spiritual - menjawab pertanyaan "Untuk siapa/apa?" Apa yang kita pikirkan dan lakukan di dalam konteks tertentu, mewakili sebuah tujuan yang lebih tinggi di luar diri kita. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, ini bisa berarti Agama atau Kepercayaan. Dalam konteks organisasi, ini berarti visi dan misi organisasi sendiri.
    2. Identitas - menjawab pertanyaan "Siapa saya?" Apa visi dan misi pribadi kita sendiri dalam konteks yang kita emban. Ini erat hubungannya dengan apa yang disebut sebagai jati diri, atau gambaran identitas diri.
    3. Nilai-nilai dan keyakinan - menjawab pertanyaan "Kenapa?" Apa alasan kita memikirkan dan melakukan sesuatu di sebuah konteks. Nilai-nilai adalah apa yang penting dan yang kita cari, sedangkan keyakinan adalah apa yang kita percayai dan yakini atau simpulkan sebagai hubungan sebab-akibat atau berdasarkan peng-inderaan kita terhadap sekitar kita.
    4. Kemampuan - menjawab pertanyaan "Bagaimana?" Apa yang mampu kita lakukan di konteks tertentu. Ini menyangkut kemampuan yang sudah kita tunjukan maupun belum kita gali sepenuhnya. Seperti halnya nilai dan identitas diri, kemampuan adalah hal yang tidak terlihat jelas atau sempurna secara indera.
    5. Perilaku - menjawab pertanyaan "Apa yang dilakukan dan dipikirkan?" Ini adalah bagian yang terinderakan orang lain. Sesuatu yang kita pikirkan dan kita lakukan. Di NLP, ini tidak selalu menunjukkan kemampuan kita sebenarnya, tidak selalu mewakili nilai yang kita emban, dan tidak juga selalu menunjukkan identitas diri kita. Dan perilaku sangat tergantung dari peta realita kita masing-masing.
    6. Lingkungan - menjawab pertanyaanb "Di konteks mana?" Sekeliling kita, entah itu di konteks pekerjaan, keluarga, masyarakat, negara, dunia. Kita masing-masing menempatkan diri di sebuah konteks. Dan kelima level lainnya akan menentukan pergerakan dan efektifitas kita di konteks tersebut.


    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    Re: anchoring & submodalities

    Post by admin on Fri Jul 27, 2012 3:20 am

    Anchor adalah suatu hal yang jika terjadi akan memicu suatu perasaan atau emosi tertentu. Dalam istilah psikologi klasik, anchor adalah suatu stimulus yang memicu reaksi khusus. Anchor dapat terjadi dengan sendirinya (alami), dapat pula di ciptakan secara sengaja.

    Sebagai contoh anchor alami adalah suatu phobia, yakni reaksi takut yang berlebihan (tidak masuk akal) pada suatu stimulus (anchor) tertentu. Misal melihat kecoa, langsung memicu takut dan tidak berani berjalan mendekatinya.

    Pendekatan NLP, mengembangkan lebih jauh dengan cara membuat suatu anchor dalam sekali gebrak. Ancor dapat diciptakan dengan cara memberikan stimulus pada salah satu atau lebih dari kelima indra (VAKOG) kita untuk memicu terbentuknya mental map. Jadi anchor dapat berbentuk misal : suatu kata (auditorial) gerakan (kinestetik/visual), simbol (visual), sentuhan (kinestetik), bau (kinestetik).

    Untuk membuat Anchor ada 3 element penting :

    Unik – sebuah Anchor haruslah unik dan melibatkan gerakan serta suara. Contohnya : untuk membuat Anchor berani – pertemuakan jari tengah tangan kanan dengan jari jempol tangan kanan serta sebutkan POWER.
    Intensitas, Semakin sering anchor dibuat maka akan semakin tertanam dan membekas kuat anchor tersebut.
    Timing, Saat anda sudah berada pada puncak emosi artinya merasa sangat berani pertemukan jari tengah dan jari jempol Anda serta sebutkan POWER sebanyak satu kali saja. Tahan selama 10 detik kemudian lepaskan.

    Dan inilah 5 langkah menciptakan Anchor,

    Temukan emosi atau sumberdaya yang Anda ingin miliki, contohnya : berani, percaya diri, dll
    Ingat lagi kejadian dimasa lalu anda dimana anda pernah miliki hal tersebut (percaya diri atau berani )
    Sentuh Anchor Anda dan sebutkan 1 kata yang mewakili anchor tersebut contoh nya Power, tahan selam 10 detik kemudian lepaskan.
    Ingat lagi kejadian tersebut, perjelas dan perbesar gambarnya sehingga perasaan berani menjadi sangat berani dan kemudian pecang anchor anda serta sebutkan satu kata POWER. Lakukan ini selama 15 kali.
    TES. Pegang Anchor anda sekarang, apa yang anda rasakan??

    Sekarang giliran saya bercerita, he.. he.. he.. :-D . Saya ulangi sedikit, anchor (jangkar) adalah salah 1 teknik dalam NLP, fungsinya untuk menciptakan rasa berani, percaya diri, sabar, dll.

    Karena merasa tertarik dengan manfaatnya maka saya pun mencoba mengaplikasikannya secara otodidak, :-)

    Saat itu saya merasa perlu meningkatkan rasa sabar dalam menghadapi mantan pacar saya (sekarang), memang saya bisa bersabar menghadapinya, namun lama-lama agak kepancing juga kalau dia sedang uring2an, daan mulailah bereksperimen, :-D

    Cara yang saya lakukan cukup simple, yaitu menjelang TIDUR, :mrgreen: . Seperti yang telah banyak diulas di berbagai sumber, untuk memberi sugesti atau stimulus perlu masuk ke dalam kondisi hipnosa terlebih dahulu.

    Pertama, jelas saya harus tidur namun tidak tidur. Maksudnya, saya harus menjaga agar tetap berada dalam state Alpha-Theta, gampangnya dalam konteks tidur state alpha-theta ini adalah saat mata kita terasa beraaaatt dan ingin terpejam, namun masih sedikit tersadar, “mirip” kondisi mengigau.

    Kedua, saat sudah masuk state alpha, seketika itu pula berusaha menghadirkan kembali pengalaman dengan penuh emosional, jujur yang saya bayangkan adalah saat mantan pacar saya sedang marah besar di hadapan saya, he.. he.. jadi lebih PAS emosinya.

    Ketiga, saat merasa sudah mencapai puncak, barulah kita menciptakan anchor. Saya gunakan sentuhan (kinestetik), jadi sambil menghadirkan kembali adegan dimarahi, tangan kiri saya menyentuh leher bagian kiri dengan lembut dan mensugesti diri saya dengan “Kapan pun dia marah, saya mampu bersabar. Semakin dia marah maka saya semakin sabar”.

    Keempat, bablas tidur, Laughing

    Memang cara saya sangat aneh dan konyol, tapi benar-benar membawa MANFAAT, untuk menguji apakah anchor saya berhasil, keesokan harinya sengaja saya “pancing” dia untuk marah, dan memang pernah dia marah tanpa saya pancing.

    Saat dia marah, saya aktifkan anchor dengan menekan leher kiri (persis seperti saat menciptakannya), dan benar ga ada lagi perasaan “jengkel”, yang ada malah santai, dan sabaar.. yang kebab;asan karena sampai detik ini pun saya tak mampu memarahinya, :-(

    Lho kok rasanya berbeda (red : melanggar) dari cara-cara diatas?? Memang, tidak ada aturan BAKU dalam anchoring, ini hanya masalah seni saja, senyamannya saja, :-)

    Terakhir nih, berikut adalah daftar anchor alami yang umum. Dengan merenungkannya, maka anda dapat mengidentifikasikan sistem representasionalnya (VAKOG).

    Peluit Polisi
    Lagu favorit
    Sirine
    Bel Pintu
    Senyuman
    Kepalan tangan
    Tangisan bayi
    Lampu rem belakang mobil
    Dering telfon
    Parfume si Doi
    Dering jam weker, dll

    Sudah direnungkan…?? Sebagai contoh, parfumes. Saat Anda mencium bau parfume tertentu, maka secara langsung memori anda akan terbawa kepada seseorang yang sering memakai perfume tersebut, mungkin istri Anda, suami Anda, orang tua Anda atau yang paling bahaya adalah suami atau istri tetangga, he..he..he.

    Sesuai komitmen saya untuk lebih memberdayakan diri, maka anchor ini harus saya gunakan untuk membantu urusan kuliah, dan lainnya, :-)

    sumber copas: http://gandirizal.wordpress.com/2012/01/08/merancang-anchor-lagi/



    :nice inpo dapatkan DVD eksklusif indoromance sekarang juga, bonus keanggotaan VIP seumur hidup.....http://www.indoromance.net/t60-cara-pesan-paket-dvd-eksklusif-indoromance-all-in-one-4-gb-via-sms

    :nice inpo ----> http://www.indoromance.net/t242-ketentuan-dan-fasilitas-khusus-vip-member


      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:33 pm